Selamat Tahun Baru 2015

Selamat tahun baru 2015 saya ucapkan kepada semua. semoga di tahun ini kita semua bertambah berkah. sehat selalu, rezeki nambah, pahala juga nambah.
ini beberapa pesta kembang api di kota Bukittinggi di malam  pergantian Tahun 2014 ke 2015 jam 00:00 wib






Punden berundak-undak (Stone Banta) at Padang Kandi Village

In the book Natural Minangkabau culture (BAM) Punden berundak are some stone blocks arranged berundak. Located in the Padang Kandi Kenagarian VII Koto Talago Kec.Guguak Kab.Limo Puluah Payakumbuh-town West Sumatra. Is the only one in the Minangkabau.

One piece of stone blocks measuring 40 x 40 cm. Sekitara six meters in length. At the bottom layer was composed of as many as eight beams.

In the second layer is also composed seven pieces of stone blocks, at the third layer composed of six pieces, the fourth layer composed of five pieces
and so on. Until a beam placed on top.

By the Society of desert kandi punden berundak or better known as STONE BANTA has several legends. As with any legend Menhir in Mehat, excl. Bukitbarisan kab.Lima twenty cities, West Sumatra.

So the fruit punden berundak
eight-level need
stone blocks as much as 8 + 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 36 pieces of stone blocks.
When viewed from the side, looks
like Punden staircase steps stone stairs serves as a place to hold a serving-dish for people who are still ancient religion of animism and dynamism of yore.

With the aim to avert danger
or some kind of disaster such as earthquake, wind seized, infectious diseases and so on. And also as requested mercy of the ESA. As for rain, soil fertility requested
and so on.


stone banta at padangkandi

Kawah Biru Pekanbaru Yang Fenomenal

Beberapa hari belakangan ini, para netters Pekanbaru dihebohkan oleh kawah biru yang beredar di berbagai media sosial seperti: BBM, Path, Twitter maupun Facebook. 
Kawah Biru sendiri merupakan sebuah tanah berpasir putih yang di genangi air hujan sehingga menjadi seperti kawah berpasir putih dan air biru. Fenomena ini kemudian tersebar dari mulut ke mulut, terutama di kalangan anak muda yang ingin menyaksikan keindahan panorama alam ini serta menjadikan lokasi ini sebagai foto profil di akun media sosial.
Kawah Biru sendiri terletak di tanah kosong milik karyawan PLN yang tak jauh dari hotel labersa Desa Tanah Merah, Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Masyarakat Kota Pekanbaru tampaknya sungguh haus akan objek wisata. Seperti fenomena "Kawah Biru" yang berada tak jauh dari Hotel Labersa, Pekanbaru. 
Kini sedang santer jadi perbincangan orang. Karena wisata di Pekanbaru yang memang minim, sehingga banyak pengunjung terutama kawula muda yang datang kemari. Apalagi fenomena kawah biru ini memang jarang dijumpai, maka tak ayal banyak orang yang penasaran ingin melihatnya. Adapun biaya parkir per motor dikenai Rp 5000 dan Rp 10000 per mobil oleh beberapa tukang parkir “dadakan”.
Pengunjung dari luar daerah juga banyak yang datang. "Ada juga yang dari Rengat, Duri, Kampar, paling banyak Pekanbaru.
Untuk menuju lokasi wisata dadakan ini, aksesnya cukup mudah. Dari pusat kota Pekanbaru, tinggal masuk dari Jalan Parit Indah, lalu ikuti jalan aspal yang menuju Labersa. Kemudian terus saja hingga masuk ke Gapura Perumahan Griya Tika Utama lalu belok kiri. Sekitar 300 meter jalan aspal akan dijumpai tonggak perumahan berwarna orange sebelah kanan. Tinggal ikuti jalan tanah itu lalu berjumpalah dengan si Kawah Biru.
Hmmm, jadi penasaran nih pengen kesana. Ada yang udah kesana..? saya sudah lho...tgl 5/9/14 kemaren kesana lihat kayak mana kawah biru yang jadi fenomena di pekanbaru tersebut... Lokasi wisata dadakan ini, tidak ada hubungannya dengan kawah gunung merapi dan sebagainya. Hanya bekas galian tanah yang digenangi air tampak biru. Di situ tampak pula plang yang bertulis tanah tersebut dimiliki karyawan PLN. 
Sedikit kecewa karena berharap di situ ada tempat yang indah selain melihat air biru. Tapi hanya itu tok saja... Hahahahaaa Tapi saya juga poto-poto lah disana...hehehe 

ini dia lokasinya



 ramainya sangat

ini anak yang selalu mandi dan main pasir disana


ini baru saya lho... hehe


buat selfie2 an juga.. hahaha



Air Terjun Lubuak Bulan Yang Tersembunyi


Jika anda penyuka wisata alam, pernahkah anda menemukan objek wisata air terjun yang tidak diketahui kemana aliran air selepas jatuh dari ketinggian? Percayalah, ini bukanlah  mengada-ada.
Bila anda tidak percaya, angkat ransel, bawa bekal secu­kupnya, mari seharian kita datangi anugerah Tuhan pada alam yang terletak di belantara hutan Jorong Kototinggi Kubang Balambak, Kenagarian Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Limapuluh Kota ini.
Namanya Aia Tajun Lubuak Bulan. Konon, nama itu diberikan warga karena areal tempat air jatuh tersebut menyerupai bentuk lingkaran. Dalam lingkaran terdapat batu-batu melebihi besar kubah masjid. Air yang  terjun dari punggung bukit ketika sampai ke curam lembah, tidak disambut oleh aliran sungai, melainkan di­sambut dan dipecah oleh bebatuan besar tersebut. Ajaibnya, setelah sampai di bebatuan, air tersebut menghilang seakan langsung ditelan perut bumi. Kemana pun mata meno­leh, Anda tidak akan menemu­kan sungai di sekitar lembah air terjun itu.
Untuk sampai ke air terjun ini, memang perlu sedikit mela­kukan petualangan. Tapi bagi anda yang suka lintas alam tentu perjalanan menuju lokasi air  terjun Lubuak Bulan menjadi satu pengalaman seru pula. Sebab, sebelum sampai ke air terjun anda akan disuguhkan dahulu rentetan pemandangan yang menakjubkan. Berangkat dari pusat kera­maian pasar tradisional Keca­matan Mungka, dengan jarak 10 kilometer kita bisa raun-raun dengan motor. Sepanjang perja­lanan anda akan dapati hamparan sawah  yang luas, kolam-kolam ikan, dan tentunya ratusan kandang ayam petelur yang jadi mata pencaharian sebagian besar warga Kenagarian Mungka.
Kemudian selepas jalan aspal, anda mulai memasuki ruas jalan hotmix. Namun, setelah habis ruas jalan itu, saatnya untuk menapaki punggung bukit yang terjal. Maka, diperlukan  nyali besar dan ketangkasan bermotor untuk menempuh jalan tanah yang menanjak, berliku di tebing yang curam.  Tapi, setelah sampai di punggung bukit ini, anda bisa berehat di pasanggrahan. Dari sini anda bisa melepaskan pandangan sejauh mata meman­dang untuk menangkap keang­gunan hijau rimba raya Sumatera yang khas. Oke, tidak perlu lama-lama terlena dengan hembusan angin yang sejuk di pasanggrahan ini, sebab tujuan kita adalah Air terjun Lubuak Bulan yang nasi­hat­kan menempuh 17 kilometer atau memerlukan waktu satu jam perjalanan dengan motor untuk sampai ke lokasi.
Sesampai di pemukiman masyarakat jorong Kototinggi, perjalanan dengan motor terpaksa harus dicukupkan. Sebab, kita terpaksa akan meneruskan perja­lanan dengan jalan kaki. Tapi jangan khawatir dulu, sebab meniti hutan yang masih perawan ini sungguh menimbulkan sensasi yang menakjubkan pula. Di kiri-kanan jalan setapak di bawah pohon-pohon yang menjulang tinggi anda akan temui berbagai  tumbuhan hutan yang melenakan mata. Antara dua hutan, anda akan disuguhi ratusan hektar hamparan tanaman gambir Sehabis membelah ladang gambir kembali masuk belantara pepohonan. Bersiaplah, kita akan menuruni tebing yang curam dan berundak-undak untuk menuju kaki lembah. Belum sampai di lokasi, suara gemuruh air terjun sudah membahana ke telinga. Tidak cukup dua menit, anda akan sampai.
Inilah Aia Tajun Lubuak Bulan. Air terjun yang berke­mung­kinan muncul dari patahan bumi di tengah hutan belantara. Sungguh sebuah pemandangan yang eksotis dengan sedikit rasa  yang purba. Di punggung tebing bagian dalam air terjun, terdapat gua yang terbentuk dari patahan lapisan bebatuan. Dari dalam gua tersebut anda dapat menyaksikan air terjun mengucur seumpama selendang bidadari yang men­juntai ke bumi. Sesampai ke bumi selendang air itu menghi­lang entah kemana. ”Kami sampai hari ini tidak tahu kemana aliran air yang terjun ke bawah ini. Hanya saja di sebuah jorong di bawah bukit ini terdapat sebuah mata air besar yang tidak tampak pula asal air tersebut. Besar dugaan kami ada anak sungai yang mengalir di dalam perut bukit dan tembus di jorong bawah itu,” terang Hadi, seorang pemuda setempat yang biasa memandu tamu ke lokasi tersebut. Bila sampai di hadapan air terjun ini, percaya atau tidak, kita seperti ditawan perasaan untuk tidak meninggalkan tempat itu. Di bawah guanya yang sejuk, anda bisa menghampar tikar atau mendirikan tenda, berkemping menghabiskan hari.

keindahan air terjun lubuak batu bulan


air nya mengalir di bawah tanah




Air Terjun Lubuk Batu Bulan ini mempunyai keunikan tersendiri, dimana kucuran air yang jatuh ke lubuk (kolam) airnya menghilang kebawah.  Fenomena ini dikarenakan dibawah lubuk itu ada goa yang panjang yang langsung menyerap air tersebut.   Air yang jatuh dari air terjun Lubuk Batu Bulan ini dapat di jumpai lagi kira-kira satu kilometer kehilir, dimana air tersebut mengalir kesawah-sawah penduduk. Dengan demikian lubuk di air terjun Lubuk Batu Bulan ini tidak dapat digunakan untuk berenang.  Disini pengunjung hanya dapat mencuci muka dengan cara menampung gemercik air terjun yang jatuh dari sisi tebing batu



Punden Berundak-Undak (Batu Banta) di Padang Kandi VII Koto Talago

Dalam buku Budaya Alam Minangkabau (BAM) Punden berundak-undak adalah beberapa balok batu yang disusun secara berundak-undak. Terletak di Padang Kandi Kenagarian VII Koto talago Kec.Guguak Kab.Limo Puluah Kota- Payakumbuh Sumatera Barat. Merupakan satu-satunya di minangkabau.

Satu buah balok batu berukuran 40 x 40 cm. Panjangnya sekitara enam meter. Pada lapisan bawah disusunlah balok sebanyak delapan buah.

Pada lapisan kedua disusun pula balok batu sebanyak tujuh buah, pada lapisan ketiga disusun enam buah, pada lapisan ke empat disusun sebanyak lima buah
dan seterusnya. Hingga pada puncaknya diletakkan sebuah balok.

Oleh Masyarakat padang kandi punden berundak-undak atau yang lebih di kenal sebagai BATU BANTA ini mempunyai beberapa cerita legenda. Seperti halnya legenda Menhir di Mehat, kec. Bukitbarisan kab.Lima puluh kota, Sumbar.

Jadi satu buah punden berundak-undak
setinggi delapan tingkat membutuhkan
balok batu sebanyak 8+7+6+5+4+3+2+1=36 buah balok batu.
Kalau dilihat dari sisi samping, tampak
seperti tangga batu Punden berundak undak berfungsi sebagai tempat mengadakan saji-sajian bagi masyarakat purba yang masih beragama animisme dan dinamisme dahulu kala.

Dengan tujuan untuk menolak bahaya
atau semacam bencana seperti gempa bumi, angin rebut, penyakit menular dan sebagainya. Dan juga bisa sebagai meminta rahmat dari sang ESA. Seperti minta hujan, minta kesuburan tanah
dan sebagainya.

Pembukaan Tour De Singkarak 2013

Upacara pembukaan Tour de Singkarak 2013 berlangsung meriah. Atraksi kebudayaan dan pesta kembang api menandai dimulainya event balap sepeda terbesar di Indonesia itu.

Bertempat di obyek wisata Jam Gadang, Bukitinggi, Sabtu (1/6/2013) malam WIB, upacara pembukaan Tour de Singkarak diisi oleh pentas kesenian Sumatera Barat serta penampilan beberapa artis lokal. Sejumlah pertunjukan lain pun dipertontonkan, termasuk pesta kembang api yang disambut meriah oleh penonton yang datang.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Ketua Umum ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) Edmound J.T Simorangkir, Walikota Bukit Tinggi Ismet Amzis, serta sejumlah walikota kabupaten di Sumatera Barat.

Dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, upacara pembukaan tersebut disaksikan langsung oleh ribuan penduduk Bukittinggi dan warga kota sekitar.

"Indonesia jangan cuma bisa jadi tuan rumah dan ikut berpartisipasi saja. Tapi juga bisa jadi juara untuk jadi kebanggan nasional," ujar ketua umum ISSI Edmound J.T Simorangkir, dalam sambutan singkatnya.

Tour de Singkarak akan digelar mulai 2 - 9 Juni. Terbagi dalam tujuh etape, Tour de Singkarak menyuguhkan rute menantang buat seluruh pesertanya dengan dominasi jalan berkelok yang berpadu dengan turunan dan tanjakan yang nyaris tak terputus.

Total ada 220 pebalap sepeda yang akan berpartisipasi dalam Tour de Singkarak tahun ini, mereka datang dari 18 negara yakni Australia, Brunei, Kanada, Taipei, Indonesia, Iran, Irlandia, Jepang, Khazakstan, Malaysia, Mongolia, Belanda, Filipina, Singapura, Spanyol, Thailand, Amerika dan Uzbekistan. Dengan ada tujuh etape digelar, total jarak tempuh Tour de Singkarak tahun ini adalah 1.173 km.

Leonardo Da Vinci Penemu GOOGLE GLASS

Leonardo Da Vinci adalah seorang penemu abad 15. Beberapa temuan mutakhirnya adalah faksimili, parasut, hingga helikopter. Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Google Glass merupakan konsep yang sebelumnya pernah dibuat oleh Da Vinci.

Dikutip dari Mashable (2/4), Dr Burt Wilde dari University of Illinois, Chicago, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa konsep yang dimiliki oleh Da Vinci saat itu memang belum sepenuhnya sempurna. Namun ada bukti kongkrit berupa gambar rancangan yaitu teks catatan yang ditulis oleh Da Vinci sendiri.

Dalam penelitiannya, Wilde telah melakukan riset yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir pada temuan-temuan Da Vinci. Menurut Wilde, saat itu Da Vinci mempunyai konsep kacamata yang diberi nama Occhiovita Immagine atau bisa diartikan sebagai Eye Life Picture.

Kacamata yang dirancang oleh Da Vinci ini memang bukan seperti kacamata yang pada umumnya. Rancangan seniman asli Italia ini hanya monocle atau satu mata. Kemiripan desain kacamata Da Vinci dengan Google Glass ini belum pernah diprediksikan oleh siapapun sebelumnya. "Siapa sangka bahwa ternyata catatan Da Vinci ini sangat luar biasa," lanjut Wilde

Rumor tersebut kini sedang marak diperbincangkan dan dihubungkan dengan Google Glass yang dimiliki oleh Google. Lantas, benarkah Google sebenarnya telah mengetahui hal itu dan mengembangkan konsep dari Leonardo Da Vinci tersebut?



Industri Manufaktur Di Indonesia

 
Sejak zaman Ir. Soekarno saat beliau menjabat menjadi presiden pertama di Indonesia, proses industrialisasi Negara Indonesia telah dirintis oleh beliau. Mulai dari berbagai pabrik pembuatan aneka bahan pokok di Indonesia, dan lainnya. Industrialialisasi di Indonesia mulai berkembang pesat saat Bapak Soeharto menjabat sebagai presiden. Puncaknya adalah mampunya Indonesia menerbangkat pesawat buatan anak negeri sendiri, yaitu N250 – Gatotkaca yang pada waktu itu dipelopori oleh BJ. Habibie. Setelah sukses melakukan peluncuran tersebut, makin banyak industry-industri di Indonesia yang berdiri. Kawasan Industri pun semakin bertebaran. Di Jawa Timur sendiri, terdapat beberapa kawasan industri yang terkenal. Seperti di daerah Surabaya, Gresik, Malang, dan lainnya. Mulai dari Industri berat sampai industri-industri kecil
Dengan semakin berkembangnya Industri tersebut, maka dalam Industri tentunya diperlukan sebuah keilmuan yang berhubungan dengan proses produksi industri tersebut, khususnya industri manufaktur. Salah satu ilmu yang diperlukan adalah Proses Manufaktur. Yaitu proses pembuatan produk manufaktur mulai dari pencampuran bahan baku, proses pengecoran, pembentukan, hingga finishing. Dalam kehidupan manusia, ilmu ini dapat diimplementasikan untuk membuat alat-alat kehidupan sehari-hari. Mulai dari kursi, meja, laptop, kalkulator, dll. Oleh karena itulah, proses manufaktur sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, karena hamper semua tool atau peralatan hidup manusia dibuat melalui proses manufaktur.
Pada tahun 2012 yang lalu, berdasarkan riset yang dilaporkan oleh UNIDO (Organisasi Pengembangan Industri Dunia), pertumbuhan industri manufaktur global pada kuartal III tahun 2012 hanya 0.2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Catatan itu sekaluigus menunjukkan pertumbuhan paling lambat sejak tahun 2009. Catatan ini pula menjadi warning kepada seluruh negara-negara di dunia. Sebab, menurut badan PBB tersebut, industri manufaktur akan menghadapi tantangan berat ke depannya. Hal itu disebabkan resesi kuat di Eropa, serta melemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Utara serta Asia Timur, ditambah dengan melambatnya laju ekonomi di negara-negara berkembang.
Krisis ekonomi global menjadi kendala berkembangnya sektor industri manufaktur di seluruh dunia. Lesunya perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa yang merupakan kiblat perekonomian dunia berdampak pada berbagai sektor termasuk perindustrian manufaktur. Dampak dari itu semua adalah  perekonomian dunia pun ikut lesu karena sektor industri manufaktur termasuk sektor yang paling basah.
Tingginya komnsumsi masyarakat berakibat pada penguatn kinerja impor. Namun, di sisi lain, kinerja ekspor relatif melemah akibar rendahnya permintaan di dunia yang menyebabkan neraca perdagangan defisit. Krisis ekonomi di dunia juga berdampak pada melemahnya nilai tukar berbagai mata uang negara, sehingga sektor industri manufaktur pun semakin lesu.
Di tahun 2013 ini, banyak pihak yang lebih merasa optimistis dengan perkembangan industri manufaktur dunia. Selain kondisi perekonomian amerika dan eropa yang makin membaik, sektor industri manufaktur di negara berkembang juga semakin pesat perkembangannya. Dengan begitu walaupun masih ada bayang-bayang krisis ekonomi global, diharapkan industri manufaktur dunia lebih kreatif dalam mengatasi permasalahan ini.
Sementara di Indonesia ini, prospek perkembangan industri manufaktur begitu pesat. Optimisme itu merujuk pada krisis moneter pada tahun 1998 yang lalu saat perekonomian Indonesia hancur lebur. Namun Indonesia ternyata mampu bangkit dan pada tahun 2011 yang lalu pertumbuhan PDB bahkan mencapai 6.2%. Pada tahun 2012, pertumbuhan sektor industri manufaktur khusus sektor nonmigas secara kumulatif mencapai 6.5%. Bahkan pada kuartal II tahun 2012 pertumbuhan mencapai angka 7.27%. Hal itu membawa angina segar bagi sektor industri manufaktur di Indonesia. Namun, yang perlu diingat di sini adalah tantangan untuk thun 2013 ini lebih berat ke depannya. Salah satu faktor yang paling memicu adalah kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) sebesar 15% yang itu akan berpengaruh pada daya saing industri baik di sektor domestic maupun pasar ekspor.
Tantangan berat lain yang harus dihadapi oleh Indonesia adalah “ASEAN-China Free Trade Area” yang telah diberlakukan semenjak Januari 2010 yang lalu. Hal itu menyebabkan berbagai produk manufaktur dari china memasuki pasar Indonesia dengan deras. Berbagai produk elektronik yang berharga murah pun menggerogoti pangsa pasar produk lokal Indonesia. Demikian juga produk lainnya, seperti besi, baja, tekstil, dan barang-barang hasil industri lainnya.
Melemahnya permintaan impor dari negara Eropa dan Amerika Serikat yang masih mengalami masalah ekonomi, juga menyebabkan china melakukan ekspansi besar-besaran ke seluruh negara Asia termasuk Indonesia. Walaupun tidak semua sektor industri manufaktur yang mengalami ancaman dari China, namun ini tetap saja harus menjadi perhatian serius.
Masalah lain yang harus segera dibenahi dalam sektor Industri manufaktur adalah pengadaan bahan baku. Selama ini, sebagian industri manufaktur di Indonesia masih belum mampu melakukan pengadaan bahan baku sendiri, sehingga melakukan impor seperti pengadaan bahan baku plastik dan produk hulu petrokimia, bahan baku industri baja, dll.
Keterbatasan infrastruktur transportasi juga menjadi masalah yang penting. Kondis mesin yang tua juga menjadi deretan masalah yang dihadapi dan perlu penanganan lebih lanjut dan serius, karena apabila tidak segera diatasi dalam waktu dekat bisa menurunkan daya saing sektor industri ini sehingga industri manufaktur di Indonesia akan sulit berkembang.

Kesimpulan
Perkembangan yang begitu pesat dari Industri Manufaktur di dunia tentu menjadi alas an yang kuat mengapa proses manufaktur diperlukan di kehidupan manusia. Sebab, proses manufaktur merupakan dasar dari industri manufaktur itu sendiri karena mempelajari proses pengolahan mulai dari awal sampai akhir
Kondisi industri manufaktur global, sempat mengalami depresi akhir-akhir ini karena disebabkan oleh krisis ekonomi global. Namun adanya depresi tersebut tidak menghalangi potensi besar dari industri manufaktur itu sendiri untuk ke depannya. Hal itu dapat ditunjukkan dari sumbangsih industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya di Indonesia ini.
Khusus negara Indonesia, perkembangan sektor manufaktur harus diperhatikan secara khsus mengingat perdagangan bebas ASEAN-China semakin marak. Hal itu tentu membawa dampak positif dengan tuntutan industri manufaktur nasional harus makin kreatif dalam memproduksi barangnya. Menurunnya sektor industri logam yang disebabkan oleh regulasi pemerintah, hendaknya juga menjadi perhatian pemerintah. Harus di timbang sisi positif dan negatifnya dalam penerapan regulasi tersebut.


Referensi
2012 Pertumbuhan Industri Logam Baja Turun 8.48% ,  http://www.imq21.com/news/read/
123943/20130205/105935/2012-Pertumbuhan-Industri-Logam-Baja-Turun-8-48-.html       ,diakses tanggal 27 Februari 2013
Inovasi Kunci Tingkatkan Pertumbuhan Industri Manufaktur, http://www.imq21.com/news/
read/106540/20121121/162152/Inovasi-Kunci-Tingkatkan-Pertumbuhan-Industri-Manufaktur.html, diakses 27 Februari 2013
Laporan PBB : Manufaktur Global Masih Lesu, http://koran-jakarta.com/index.php/
detail/view01/107291, diakses 27 Februari 2013
Prospek Industri Manufaktur 2012, http://www.datacon.co.id/Outlook-2012Industri.html,
diakses 27 Februari 2013
Rofiq, Aunur. 2013. Krisis Eropa-Amerika dan Prospek Industri Manufaktur 2013,
http://www.lensaindonesia.com/2013/01/07/krisis-eropa-amerika-dan-prospek-industri-manufaktur-2013.html, diakses 27 Februari 2013

Citilink tabrak runway BIM


Insiden di dunia penerbangan kembali terjadi di Indonesia. Ban sebelah kanan pesawat Citilink yang baru mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sobek karena menabrak lampu runway.

Kejadian ini terjadi pada pukul 20.30 WIB, Jumat (5/4) kemarin. Saat itu pesawat B737 300 ini baru saja mendarat di runway 33.

Beruntung seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat itu tidak mengalami luka-luka. Namun karena ban sobek, pesawat itu harus ditarik menuju Apron. Suasana di bandara BIM aman dan kondusif.

MKRI...??

Ratna Sarumpaet selalu berkelit bahwa pihaknya (MKRI dkk) tak pernah meniupkan isu kudeta.Mereka mengaku hanya mau berdemo dengan tuntutan meminta mundur SBY-Boediono. Mereka terus ngotot dan mencibir seraya mengatakan munculnya sebutan kudeta justru dari pihak SBY yang menurutnya parno dan lebay. Tapi coba simak analisa di bawah!

“Kudeta” menurut Mirriam-Webster: a sudden decisive exercise of force in politics; especially: the violent overthrow or alteration of an existing government by a small group. Sementara “Kudeta” menurut Wikipedia: (bahasa Perancis: coup d’État pengucapan bahasa Perancis: [ˌkü-(ˌ)dā-ˈtä] atau disingkat coup pengucapan bahasa Perancis: [ˈkōp]) berarti merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa “penggambilalihan kekuasaan”, “PENGGULINGAN KEKUASAAN” sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan.

Kudeta akan sukses bila terlebih dahulu dapat melakukan konsolidasi dalam membangun adanya legitimasi sebagai persetujuan dari rakyat serta telah mendapat dukungan atau partisipasi dari pihak non-militer dan militer (tentara).

Maka adalah luar biasa bodoh kalau Ratna Sarumpaet bilang bahwa kata ‘Penggulingan’ yg dipajangnya di spanduk dalam huruf kapital yg berukuran besar tidak sama artinya dengan Kudeta dan tidak berarti Kudeta. Siapa sih yg mau kalian bodohi sebenarnya? Jadi siapa yang pembohong, MKRI atau SBY??? jawab dengan jujur!

Rokan Hulu, Riau Dalam Sejarah

Sejarah Kabupaten Rokan Hulu Zaman Penjajahan Belanda
Sebelum kemerdekaan yakni pada masa penjajahan Belanda, wilayah Rokan Hulu terbagi atas dua daerah:
  1. Wilayah Rokan Kanan yang terdiri dari Kerajaan Tambusai, Kerajaan Rambah dan Kerajaan Kepenuhan.
  2. Wilayah Rokan Kiri yang terdiri dari Kerajaan Rokan IV Koto, Kerajaan Kunto Darussalam serta beberapa kampung dari Kerajaan Siak (Kewalian negeri Tandun dan kewalian Kobun)
Kerajaan-kerajaan di atas sekarang dikenal dengan sebutan Lima Lukah. Kerajaan-kerajaan tersebut dikendalikan oleh Kerapatan Ninik Mamak, sementara untuk penyelenggaraan pemerintahan di kampung-kampung diselenggarakan oleh Penghulu Adat. Sering dikenal dengan istilah ‘Raja itu dikurung dan dikandangkan oleh Ninik Mamak’. Pada tahun 1905, kerajaan-kerajaan di atas mengikat perjanjian dengan pihak Belanda. Diakuilah berdirinya kerajaan-kerajaan tersebut sebagai landscape. Setiap peraturan yang dibuat kerajaan mendapat pengesahan dari pihak Belanda.
Istana Raja Rokan
Pada masa penjajahan Belanda tersebut, bermunculan tokoh-tokoh Islam yang anti dengan Belanda. Beberapa diantarnya yang cukup fenomenal dan dikenang oleh masyarakat Riau dan nasional adalah Tuanku Tambusai, Sultan Zainal Abidinsyah, Tuanku Syekh Abdul Wahab Rokan dan sebagainya. Perjuangan para tokoh tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan sejarah seperti Benteng Tujuh Lapis yang merupakan benteng yang dibuat masyarakat Dalu-dalu atas perintah dari Tuanku Tambusai. Beberapa bukti sejarah lainnya adalah Kubu jua, Kubu manggis, Kubu joriang dan sebagainya.

Sejarah Kabupaten Rokan Hulu Zaman Penjajahan Jepang
Setelah Belanda mengalami kekalahan dengan Jepang, Jepang pun berkuasa di Indonesia termasuk di daerah Rokan Hulu. Pada masa Jepang, pemerintahan berjalan sebagaimana biasanya. Akan tetapi setelah beberapa orang raja ditangkap oleh penjajah Jepang, maka pemerintahan dilanjutkan oleh seorang ‘kuncho’ yang diangkat langsung oleh pihak Jepang.

Sejarah Kabupaten Rokan Hulu Zaman Pasca Kemerdekaan RI
Setelah kemerdekaan, daerah-daerah yang dijadikan landscape oleh Belanda dan Jepang tersebut dijadikan sebagai satu daerah Kecamatan. Sebelum menguatnya isu pemekaran daerah di Indonesia pada tahun 1999, Rokan Hulu tergabung dalam Kabupaten Kampar, Riau. Kabupaten Rokan Hulu resmi didirikan pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan beberapa landasan hukum, diantaranya adalah:
  1. UU Nomor 53 tahun 1999 dan UU No 11 tahun 2003 tentang perubahan UU RI No 53 tahun 1999.
  2. Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004.
Dahulunya, daerah Rokan Hulu dikenal dengan nama Rantau Rokan atau Luhak Rokan Hulu, karena merupakan daerah tempat perantauan suku Minangkabau yang ada di daerah Sumatera Barat. Rokan Hulu pada masa ini juga diistilahkan sebagai ‘Teratak Air Hitam’ yakni Rantau Timur Minangkabau di sekitar daerah Kampar sekarang. Hal ini mengakibatkan masyarakat Rokan Hulu saat ini memiliki adat istiadat serta logat bahasa yang masih termasuk ke dalam bagian rumpun budaya Minangkabau. Terutama sekali daerah Rao dan Pasaman dari wilayah Propinsi Sumatera Barat. Sementara di sekitar Rokan Hulu bagian sebelah Utara dan Barat Daya, terdapat penduduk asli yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan etnis Rumpun Batak di daerah Padang Lawas di Propinsi Sumatera Utara. Sejak abad yang lampau, suku-suku ini telah mengalami Melayunisasi dan umumnya mereka mengaku sebagai suku Melayu.

Benteng Tujuh Lapis merupakan salah satu bukti sejarah otentik pergerakan perlawanan penjajahan Belanda yang diusung oleh pahlawan nasional asal Rokan Hulu yakni Tuanku Tambusai. Benteng ini dibuat dari tanah dengan lapisan bambu dan aur berduri. Bekas benteng tersebut ditinggalkan oleh Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Di sekitar daerah Dalu-Dalu juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut kubu dari istana bekas kerajaan. Disamping bukti-bukti sejarah yang dimilikinya, Rokan Hulu juga memiliki berbagai pesona alam yang layak untuk Anda kunjungi. Salah satu objek wisata alam yang terkenal di Rokan Hulu adalah Air Terjun Aek Matua yang terletak di Kecamatan Bangun Purba. Merupakan objek wisata air terjun bertingkat-tingkat atau sering juga disebut air terjun tangga seribu. Tak jauh dari lokasi air terjun tersebut, terdapat pula kuburan pertapa Cipogas yang juga dilengkapi air terjun yang bertingkat-tingkat. Sebuah pemandangan alam yang mengagumkan.

Pahlawan Nasional Dari Rokan Hulu
Tuanku Tambusai adalah salah seorang tokoh pejuang dari Rokan Hulu dalam Perang Paderi di awal abad ke XIX. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di seluruh wilayah adat Minangkabau.

Peninggalan Sejarah Kabupaten Rokan Hulu
Benteng tujuh lapis Dalu-dalu.
Makam Raja-Raja Rambah.
Istana Rokan.

Air Terjun Aek Martua (Rokan Hulu, Riau)

Air terjun Aek Mertua
Air Terjun Aek Martua ini adalah salah satu wisata unggulan di kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau Indonesia. Aek Martua adalah nama sebuah sungai di wilayah Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba dan Air Terjun Aek Martua adalah air terjun yang tertinggi dari sekian banyak air terjun yang terdapat disepanjang hulu sungai. Bukit Simalombu inilah nama kawasan ini yang merupakan hutan alam berstatus Taman Hutan Raya dengan potensi pohon ratusan kubik. Nama Aek Martua berasal dari bahasa suku Mandailing yang artinya adalah Air Bertuah, dimana mayoritas penduduk desa ini adalah suku mandailing.

Lokasi air terjun Aek Martua berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan dalam kabupaten Rokan Hulu. Air Terjun Aek Martua ini memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri karena memiliki tiga tingkat. Aek Mertua ini memiliki panorama alam yang mempesona. Airnya yang jernih bak kemasan air mineral, sungguh membuat sedap mata memandang. Di samping menjadi obyek wisata, sekarang Aek Martua ini, telah pula menjadi objek penelitian oleh sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Pekanbaru.

Untuk mengunjungi Air Terjun Aek Martua ini anda dari Pekanbaru – Pasir Pengaraian ( naik angkutan L300 atau Superban Rp. 35.000) turun di Simpang Tangun. Kemudian naik angkutan menuju Tangun dengan jenis Oplet dan Omprengan Rp. 5000. Di pintu masuk objek wisata ini mulai melewati jembatan gantung dan jalan setapak di perkebunan masyarakat sejauh kurang lebih 3, 5 Km, kemudian melewati kawasan hutan lindung sejauh kurang lebih 3 Km. terdapat tanjakan dan turunan yang lumayan curam serta pemandangan indah. Panorama hutan yang masih alami akan menemani kita menuju Air Terjun Aek Martua ini.

Gong Xi Fa Cai!

Ingat Imlek, biasanya terus ingat Ang Pao. Perayaan Imlek emang identik banget sama angpao dan segala pernak-pernik berwarna merah. Orang Tionghoa percaya kalau berbagi rejeki dengan membagi-bagi angpao bisa melancarkan pintu rejeki. Wah... memang sih, kalau ada rejeki sebaiknya dibagi-bagi juga untuk orang disekitarnya ya bro..!

Ya, semoga rejeki di tahun ular air ini memang semakin berlimpah ya. Nah, buat Teman teman yang merayakan Imlek, Saya  mengucapkan: 

Gong Xi Fa Cai!
Selamat Tahun Baru Imlek


 
Perayaan tahun baru Imlek 2564 di kawasan Klenteng, di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, dilaksanakan secara sederhana. Warga berharap di tahun ular air ini perekonomian dan kesejahteraan lebih baik.

Ratusan warga keturunan lebih banyak sembahyang dan berdoa di rumah ibadah dan klenteng. Mereka juga menyalakan pelita dan melepaskan burung sebagai simbol kebangkitan dari tahun ke tahun.

Perayaan tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu menjelang detik-detik pergantian tahun warga melaksanakan sejumlah pertunjukan dan atraksi kebudayaan dan kembang api.

Warga Tionghoa di Kota Padang berharap di tahun baru Imlek 2564 ini lebih baik dari tahun sebelumnya.