Manohara Oh Manohara

Si manohara yang katanya di siksa pangeran kelantan mengadu ke pengadilan.

Mano : "Pak, saya minta ganti rugi kepada fakhri atas tuduhan penganiayaan!"

Hakim : "Baik, baik..tapi sebelumnya saya minta anda menunjukkan bukti dulu!!"

Mano : "Baik, sekarang bapak lihat ini."

Si Mano pun menujukkan lukanya dan wow! Ada bekas silet di sekujur tubuhnya.

Hakim : "Tapi itu belum juga cukup Mano..."

Mano : "Kalau begitu lihat ini.."

Si Mano menunjukkan video penyiksaan dirinya.

Hakim : "Baiklah! Bawa tersangka fakhri ke sidang! SEKARAAAAAANG!!!!"

Fakhri: "Saya tidak menyiksanya! TIDAAAAAAAAAAAAK PERNAAAAHHHHHH!!!"

Hakim : "Sssssstt...... (sambil berbisik) Kita kan, sedang syuting sinetron manohara! Ingat itu! Kita cuma akting... akting!!!"

Fakhri: "????"

Mie Instan Presiden kami

Sejak jadi anak kosan, kami begitu setia Pada hal-hal yang berbau instan, mandi Instan, tidur instan, belajar Instan, pacaran Instan, online Instan serta Menyeduh mie instan yang sudah Kami angkat jadi presiden.

Kami lupa merknya. Kami cuma ingat irama Iklannya yang sering kami dengar dan nyayikan di jeda
Pelajaran dan kardusnya yang kami letakkan Di atas lemari pakaian, tempat kami menyimpan Baju-baju, foto-foto, dan asumsi-asumsi Tiap kebijakan yang sering kami bahas setiap Kami ingat, kami ingat kami anak kosan yang Harus baik-baik dalam merencanakan anggaran.

"Mie Instan, Presidenku..."

Kami bernyanyi di tiap jalan,berteriak di jalan-jalan Dengan nama-nama yang tertera, tapi tak kami Kenali. Sampai nama Presiden kami pun yang asli, Kami lupa. Kami disiram gas airmata, ada yang tak
Suka jika mie instan jadi presiden. Kami berhamburan Menjerit-jeritkan mie instan dan irama Yang sudah terlanjur melekat di hati kami

Sampai kami kembali ke ruang kelas.

Di ruang kelas, kami turunkan foto Presiden yang asli, Dan kami gantikan dengan mie instan kesukaan kami Sampai garuda yg menoleh ke kanan itu Menyunggingkan senyuman, tanda setuju Mie instan sebagai presiden kami yang baru.

1000 Burung Kertas

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, “Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!” Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun kemudian…


Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl.

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan nama Girl dihadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah. Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal, Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, Beterbangan di dalam angin Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit, Melewati sungai perak, Apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.

Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali, Menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari, Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.

Masih Sendiri

Aku sendiri disini
Tak ada yang menemani
Kemana kan ku cari
Yg seperti dirimu lagi

Bayangan dirimu
Selalu menghampiriku
Aku tak tau
Kenapa kau tinggalkan ku

Di tempat ini ku menanti
Akan hadirmu lagi
Menemaniku kembali
Seperti dulu lagi

Indahny masa lalu
Kenangan itu
Takkan hilang dariku
Dirimu kan slalu dihatiku


Padang Kandi 24 Juni 2009

Padang Di Teror Bom

Pascaledakan bom di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dijaga ketat oleh aparat Polisi Militer, TNI, dan Polri. Pengawasan ketat ini telah dilakukan sejak hari Sabtu kemarin, kita juga memasang CCTV sebanyak 32 unit untut menjaga kondisi keamanan dari ancaman teroris yang marak saat ini. Kemarin, petugas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dikejutkan dua peristiwa mencurigakan. Pertama temuan benda mirip bom dalam empat koper milik warga Tionghoa asal Singapura, dan ancaman bom melalui telepon yang diterima petugas BIM.
Benda mirip bom itu diketahui petugas ketika keempat koper melewati alat pindai barang (x-ray). Dalam koper itu, seolah terlihat rangkaian kabel. Sebagai antisipasi, keempat koper itu diamankan petugas bandara dan melaporkannya ke Polsek Bandara. Keempat koper itu diperiksa Tim Gegana Brimobda Polda Sumbar selama satu jam. Selama pemeriksaan, lokasi sekitar koper disterilkan. ”Benda mirip bom itu hanya handsfree telepon genggam. Tidak ada barang-barang yang dicurigai sebagai material pembuat bom ataupun berbentuk bom,Setelah itu, warga Tionghoa itu diperbolehkan meninggalkan BIM.
Berselang setengah jam kemudian atang ancaman bom melalui telepon yang diterima petugas bandara Tim Gegana hanya menemukan senapan angin dalam sebuah mobil kargo caraka. Ancaman bom yang diterima bagian informasi BIM itu berbunyi; ”Bom akan meledak di bandara ini dalam lima belas menit lagi.”
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menginstruksikan seluruh instansi vital, BUMN, BUMD, rumah sakit dan bandara meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan. Instruksi itu sebagai langkah antisipasi pascapeledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Cartlton Jakarta. ”Semua pihak mulai dari level atas sampai bawah, harus sama-sama waspada,” terang Kepala Biro Humas dan Protokoler Setprov Sumbar. Pemprov juga melakukan pengamanan di seluruh kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Sumbar. Sebab, umumnya belum memiliki CCTV, racun api.
Isu teror bom, bisa saja terjadi di mana-mana. Semuanya bisa teratasi jika didukung kewaspadaan dini. Masyarakat perlu segera melapor kepada aparat kepolisian melalui nomor 112 (online) atau kantor kepolisian terdekat jika ada yang dicurigai.